Sabtu, 30 Maret 2013

APA SAJA ALAT ALAT GEOLOGI



PENGENALAN ALAT – ALAT LAPANGAN


1.      Palu geologi
Terdiri dari 2, yaitu:
a.    Palu Batuan Beku
Atau disebut juga pick point, yaitu jenis palu yang berujung runcing dan umumnya dipakai untuk jenis batuan keras. Selain digunakan untuk batuan beku, palu ini juga bias digunakan untuk batuan metamorf
b.    Palu Batuan Sedimen
Disebut juga chisel point, yaitu jenis yang berujung lebar seperti pahat umumnya dipakai untuk batuan berlapis seperti sedimen


2.      Kompas geologi
Kompas adalah alat navigasi untuk mencari arah berupa sebuah panah penunjuk magnetis yang bebas menyelaraskan dirinya dengan medan magnet bumi secara akurat. Kompas memberikan rujukan arah tertentu, sehingga sangat membantu dalam bidang navigasi.



Bagian utama kompas geologi adalah:
1.    Jarum KompasUjung jarum kompas selalu mengarah ke kutub utara megnetik bumi, biasanya diberi tanda warna kuning.
2.    Lingkaran Pembagian Derajat P
Dibagi dua, yaitu kompas azimuth dan kompas kwardan.
- Kompas azimuth, mempunyai pembagian derajat, mulai dari 0 derajat (utara)  sampai 360 derajat (kembali ke utara) yang ditulis berlawanan arah jarum jam, dan pembacaannya juga demikian
- Kompas kwardan, mempunyai pembagian derajat mulai dari derajat pada arah utara dan selatan sampai 90 derajat pada arah timur dan barat. pembacaan dimulai dari arah utara atau selatan kea rah timur atau barat sesuai kedudukan jarum kompas.
3.    KlinometerMerupakan rangkaian alat yang digunakan untuk mengukur
besarnya kemiringan bidang. rangkaian alat tersebut terdiri dari Nivo tabung, penunjuk skala, busur setengah lingkaran berskala. pada bagian atas busur bernilai 00 di tengahnya. pada bagian tepinya bernilai 900. pada bagian bawah busur, skala bernilai 0% dan di tengah dan 100% tepat pada 450 (tan 45=1=100%). klinometer dapat digerakkan dengan menggerakkan tangkai di belakang kompas.
4.    Pengatur Horizontal
Alatnya adalah sebuah nivo bulat yang bergandengan dengan klinometer.   kedudukan kompas horizontal bila gelembung udara tepat di tengah lingkaran.
5.    Pengatur Arah
Rangkaian alatnya terdiri dari sighting arm, peep sigh, axial line, felding sight, dan sight window. alat-alat tersebut dibantu dengan cermin. bila kompas ditembakkan ke sasaran, semua rangkaian alat tersebut harus bearada di garis sasaran.



3.      Peta dasar
Peta dasar berguna untuk mengetahui gambaran secara garis besar terhadap daerah yang akan kita selidiki, sehingga memudahkan penelitian lapangan baik litologi, morfologi, struktur, dan lain-lain. Selain itu, peta dasar digunakan juga untuk menentukan lokasi dan pengeplotan data. Umumnya peta dasar yang digunakan adalah peta topografi/ kontur.

4.      Alat ukur
Biasanya yang dipakai adalah tali ukur atau meter (roll meter atau lipat). berukuran dengan skala cm atau ukuran standar lainnya. dipakai untuk mengukur ketebalan lapisan, lebar singkapan, dan lain-lain.



5.      GPS (Global Positioning System )
Adalah suatu sistem navigasi yang memanfaatkan satelit. Penerima GPS memperoleh sinyal dari beberapa satelit yang mengorbit bumi. Satelit yang mengitari bumi pada orbit pendek ini terdiri dari 24 susunan satelit, dengan 21 satelit aktif dan 3 buah satelit sebagai cadangan. Dengan susunan orbit tertentu, maka satelit GPS bisa diterima diseluruh permukaan bumi dengan penampakan antara 4 sampai 8 buah satelit. GPS dapat memberikan informasi posisi dan waktu dengan ketelitian sangat tinggi.



6.      Larutan HCL
Asam klorida adalah larutan akuatik dari gas hidrogen klorida (HCl). Ia adalah asam kuat, dan merupakan komponen utama dalam asam lambung. Senyawa ini juga digunakan secara luas dalam industri. Asam klorida harus ditangani dengan wewanti keselamatan yang tepat karena merupakan cairan yang sangat korosif.

7.      Lup
Lup atau kaca pembesar adalah sebuah lensa cembung yang mempunyai titik fokus yang dekat dengan lensanya. Benda yang akan diperbesar terletak di dalam titik fokus lup itu atau jarak benda ke lensa lup tersebut lebih kecil dibandingkan jarak titik fokus lup ke lensa lup tersebut. Bayangan yang dihasilkan bersifat tegak, nyata, dan diperbesar.

8.      Kantong sampel
Kantong sampel atau kantong contoh batuan dapat digunakan kantong plastik yang kuat atau kantong jenis lainnya asal kuat yang dapat dipakai untuk membungkus contoh-contoh batuan dengan alat yang baik, yaitu dengan ukuran kurang lebih 13 x 9 x 3 cm.

9.      Buku catatan lapangan
Adalah buku tulis berukuran sedang untuk menulis sketsa batuan dan keterangan batuan.

10.  Kamera
Untuk mengambil data singkapan atau data lain, misalnya morfologi dan galian ekonomis.

11.   Tas lapangan
Digunakan untuk membawa peralatan geologi dan perlengkapan lapagan.